• Mon. Sep 26th, 2022

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Zakat adalah salah satu item dalam islam yang menjadi pembeda atau keunikan. Bisa demikian sebab, meski sifatnya adalah seperti pemberian, namun diwajibkan. Tujuannya sudah pasti, untuk mewujudkan keadilan sosial.

Sekilas mirip sekali dengan pajak.

Benarkah demikian? Yuk simak perbedaan dan persamaan, serta hubunganya keduanya dalam pembahasan berikut!

Perbedaannya

1. Dasar Hukum

Zakat berdasarkan Al Qur’an dan Hadist. Kedua dasar hukum tersebut sudah berlaku sejak jaman Rasulullah Muhammad SAW, hingga saat ini. Dan uniknya tetap relevan sampai sekarang.

Karena menggunakan dua dasar tersebut, maka dapat dikatakan, bahwa zakat adalah perintah agama. Konsekuensi jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan dosa.  

Sedangkan pajak dipungut berdasarkan peraturan perundangan. Per bentuk pajak, selalu ada peraturan perundangannya sendiri. Bahkan per tahun ada penyesuaian untuk peraturan perpajakan.

Sebab menggunakan peraturan perundangan, maka pajak adalah kewajiban kepada negara. Jika tidak melakukannya, maka sama dengan melanggar hukum. Konsekuensinya adalah denda atau hukuman.

2. Penghitungannya

Pada zakat ada batas pengenaan zakat yang disebut dengan nisab. Harta yang belum mencapai nisab tidak perlu dihitung atau dikenakan zakat.

Tarif zakat ada beberapa jenis, ada untuk zakat maal, zakat pertanian dan zakat peternakan. Mengingat setting zakat saat itu, adalah profesi pedagang, petani dan peternak.

Masing-masing jenis tersebut berbeda pengenaan zakatnya. Untuk maal adalah 2,5%. Sedangkan pertanian dan peternakan silahkan baca di sini.

Untuk kondisi saat ini, lebih banyak orang yang dikenakan zakat maal. Sebab profesi atau bisnisnya.

Pajak juga menetapkan nilai tertentu untuk bisa dikenakan pajak. Ada beragam tarif pajak, namun yang paling dikenal adalah pajak penghasilan (PPh) untuk orang atau badan, dan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk barang atau jasa.

Tarif pajak lebih besar dibandingkan zakat. Salah satu contohnya adalah PPN tarifnya adalah sebesar 10%.

Pajak juga harus dilakukan pelaporan rutin, baik yang kena pajak atau tidak kena pajak.

3. Lembaga Yang Memungut

Zakat dipungut oleh lembaga amil zakat. Bisa lembaga resmi seperti BAZNAS (Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh), sampai amil yang ada di tingkat masjid dan musholla. Pajak tentu saja yang memungut adalah Dirjen Pajak.

Persamaannya!

1. Dicatat Pada Laba/Rugi

Baik zakat maupun pajak, dicatat dan dihitung pada laporan laba rugi.

Zakat dihitung berdasarkan laba yang diperoleh. Penghitungan ini berdasarkan yang dilakukan oleh Bank Syariah, salah satunya adalah Bank Muamalat.

Pajak dihitung setelah laba dikurangi zakat. Sehingga zakat berfungsi sebagai pengurang pajak.

2. Upaya Mewujudkan Keadilan

Baik zakat maupun pajak adalah upaya untuk mewujudkan keadilan dalam masyarakat. Nantinya pemungutan zakat dan pajak, dipergunakan untuk upaya pemerataan pendapatan.

3. Dipotongkan Dari Laba Seperti telah disebutkan, zakat dan pajak dipotongkan dari laba bersih perusahaan.

Apa Hubungan Zakat dan Pajak?

Zakat dan pajak di Indonesia, berdampingan erat dan saling berhubungan. Zakat berfungsi sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP).

Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat pada pasal 22 dan Pasal 23 ayat 1-2.

Sehingga zakat perlu dihitung terlebih dahulu. Kemudian akan mengurangi PKP. Artinya pengenaan pajak akan lebih kecil.

Tentu masih ada banyak hal yang berkaitan dengan zakat dan pajak. Lalu apakah anda masih banyak pertanyaan seputar zakat dan pajak? Silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.