• Thu. Sep 22nd, 2022

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Investasi, kini makin diminati. Hal tersebut terjadi sebab dampak meningkatnya literasi keuangan di masyarakat. Orang-orang kini paham bahwa menabung saja tidak cukup untuk persiapan masa mendatang.

Oleh sebab itu, beragam investasi bermunculan. Mulai dari yang lazim dilakukan sejak jaman dahulu, seperti: emas dan properti. Hingga yang kekinian seperti investasi kripto.

Lalu sebenarnya, investasi apa yang tergolong syariah?

Tentu saja investasi syariah, harus mengikuti hukum islam (syariah). Termasuk dalam hukum syariah adalah: sesuai akadnya, jelas barangnya, tidak mengandung unsur penipuan, tidak mengandung riba, serta tidak ada transaksi barang haram.

Paling penting yang pasti adalah, instrumen untuk investasi selalu mengalami kenaikan. Karena tujuan investasi adalah nilai yang terus meningkat.

Investasi apa saja yang masuk dalam kategori tersebut?

Ada banyak jenis investasi syariah, tetapi dapat dikelompokkan menjadi empat golongan. Berikut adalah empat jenis investasi syariah tersebut.

1.Investasi Emas

Investasi emas adalah investasi yang sudah dikenal sejak jaman dahulu. Sebelum marak beragam investasi, emas adalah idola. Tentu saja karena ketersediaannya, mudah mendapatakannya, tidak perlu modal besar, dan sekaligus menambah prestige diri.

Dapat dikatakan emas adalah item penting dalam dunia fashion. Jadi sambil berupaya modis, sekaligus investasi.

Jenis investasi ini tentu saja sesuai syariah. Tetapi saat sekarang harus tetap waspada. Ada jenis investasi emas, yang ternyata mirip skema ponzi. Jika sudah melibatkan unsur penipuan, maka investasi tersebut termasuk haram.

2.Investasi Properti

Sama dengan emas, properti adalah instrumen investasi sejak jaman dahulu. Orang-orang dengan banyak properti, akan membuat keturunannya makmur. Hal tersebut bukan sekedar guyonan, sebab properti memang selalu naik nilainya.

Kenaikan nilai properti tersebutlah, yang membuat pemiliknya makmur.

Secara syariah investasi properti diperbolehkan. Asal tentu saja persyaratan syariahnya terpenuhi. Jika di dalamnya ada unsur-unsur yang dilarang (seperti penipuan), maka tidak bisa masuk kategori investasi syariah.

3.Investasi Pada Beragam Produk Keuangan Syariah

Bergerak lebih maju, kini banyak sekali produk keuangan yang bisa dipergunakan untuk investasi. Mulai dari saham, obligasi, dan reksadana, semua sudah ada yang syariah. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

Untuk mendapatkannya, tentu saja bisa langsung ke bank syariah atau lembaga keuangan syariah.

Ada lagi yang terbaru adalah P2P lending syariah. Ini adalah produk keuangan yang banyak diluncurkan oleh perusahaan startup. Sesuai namanya produk ini mempertemukan para pemilik kelebihan dana dengan yang membutuhkan. Tentu saja syariah tetap dilaksanakan di dalamnya.

4.Investasi Pada Bisnis Halal

Investasi yang keempat ini, juga mampu terus menghasilkan pendapatan. Asal bisnis terus berjalan. Serta memang Rasulullah menyebutkan, bahwa dagang atau bisnis yang halal adalah pintu rejeki.

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat sembilan bagian pintu rezeki.” (HR Ahmad).

Jadi apakah kamu sudah memiliki salah satu dari empat investasi syariah tersebut? Jika masih belum segera mulai, dari yang paling mungkin kamu lakukan. Masih bingung? Bisa tinggalkan komentar.

Selamat hari jum’at! Bismillah, tetap semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.