• Tue. Jun 18th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Sertifikasi halal UMKM, harus segera dimiliki oleh setiap Sobat UMKM. Tentu saja berlaku untuk UMKM yang membutuhkan pembuktian bahwa produknya halal. Dengan pembuktian tersebut, maka konsumen akan semakin nyaman menggunakan produk UMKM. Apalagi Indonesia yang memang sebagian besar muslim, berupaya untuk menciptakan halal value chain (HVC). Dalam HVC tersebut mengupayakan semua produk atau jasa mulai dari hulu sampai hilir terjamin kehalalannya. Salah satunya berupaya diwujudkan melalui sertifikasi halal.

Guna mendukung upaya penciptaan HVC melalui sertifikasi halal, maka pemerintah melalui Kemenag berupaya mewujudkan lebih banyak UMKM yang tersertifikasi halal produknya. Pemerintah cukup serius dengan sertifikasi halal UMKM, dengan mengeluarkan aturan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Peraturan tersebut menetapkan per 17 Oktober 2024, ada tiga jenis produk yang wajib memiliki sertifikasi halal, salah satunya adalah makan dan minuman. Demi memenuhi UU tersebut, maka Kemenag menyediakan 1 juta kuota gratis untuk sertifikasi halal. Wah, kesempatan yang tidak boleh dilewatkan Sobat UMKM. Lalu bagaimana caranya?

OK, berikut adalah 7 langkah cerdas untuk memperoleh sertifikasi halal.

1. Pastikan bahan produk halal

Pertama-tama untuk mengurus sertifikasi halal, tentu saja Sobat UMKM harus refleksi diri terlebih dahulu. Maksudnya adalah melihat ke dalam produk Sobat UMKM terlebih dahulu. Pertanyakan kepada diri sendiri, tentang bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan produk atau jasa, mulai dari: bahan dasar, tambahan, pembungkus, sampai barang siap disajikan ke konsumen. Intinya adalah bahwa produk atau jasa yang dihasilkan, harus menggunakan bahan yang memang halal sejak awal diperoleh sampai siap untuk dikonsumsi. Tentu saja untuk masalah ini, hanya Sobat UMKM yang tahu. Jujurlah untuk mengakui dan membuktikan kehalalan bahan untuk mempermudah pengurusan sertifikasi halal.

Bagaimana dengan produk yang berasal dari alam, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan?

Tentu saja Sobat UMKM tetap harus menyampaikannya dengan lengkap dan jelas. Mengenai penilaian kehalalan, diserahkan kembali kepada pendamping proses produksi halal (PPH). Intinya adalah jangan sampai ada satupun bahan yang dirahasiakan sehingga diragukan kehalalannya.

2. Pastikan supplier halal

Sebelumnya telah disebutkan, bahwa asal bahan juga harus dibuktikan kehalalannya. Oleh karenanya, Sobat UMKM perlu untuk memastikan bahwa supplier yang menyediakan barang untuk Sobat UMKM memang halal. Salah satu caranya adalah dengan meminta bukti sertifikasi halal mereka. Nantinya sertifikasi halal milik supplier tersebut perlu disampaikan sebagai kelengkapan administrasi sertifikasi halal UMKM. 

Selain meminta sertifikasi halal, Sobat UMKM juga memerlukan bukti berupa struk bukti pembelian dari supplier. Struk ini juga diperlukan dalam pembuktian bahwa supplier bahan produk atau jasa Sobat UMKM memang halal.

3. Pastikan proses produksi halal

Lagi-lagi Sobat UMKM perlu melakukan refleksi diri, apakah proses produksi yang dilakukan telah halal, mulai dari alat produksi, prosesnya sendiri, sampai sumber daya manusia yang mengerjakannya. Jika memang Sobat UMKM sudah yakin mengenai hal tersebut sampaikan. Untuk memastikan pernyataan Sobat UMKM, nantinya akan ada kunjungan dari pihak Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag). Kunjungan tersebut adalah untuk memastikan bahwa yang disampaikan Sobat UMKM, memang benar adanya. Hasil dari kunjungan adalah foto proses produksi yang dilakukan.

4. Pastikan omzet tahunan maksimal Rp 500 juta

Setelah memastikan bahwa produk atau jasa milik Sobat UMKM, mulai dari hulu sampai hilir adalah halal, maka pastikan pula omzetnya. Untuk sertifikasi halal ini hanya berlaku untuk pebisnis yang memiliki omzet tahunan maksimal Rp 500 juta.

Bagaimana jika omzet tahunan sudah melampaui Rp 500 juta?

Tentu saja tidak bisa menggunakan fasilitas ini. Sehingga untuk pengurusan sertifikasi halalnya, mengikuti cara yang umum dengan mengeluarkan sejumlah biaya.

Bagaimana caranya mengetahui omzet usaha maksimal Rp 500 juta?

Mengenai hal tersebut pihak Kemenag menyerahkannya kepada pebisnis itu sendiri. Maksudnya adalah pebisnis yang memberikan pernyataan mandiri mengenai omzet tahunan bisnisnya. Tentu saja harus jujur. Kalau tidak, ya maka sertifikasi halalnya tidak halal, karena mengandung unsur kebohongan.

5. Urus NIB untuk sertifikasi halal UMKM

Hal berikutnya yang wajib dimiliki atau dilengkapi dalam pengurusan sertifikasi halal UMKM adalah NIB (Nomor Induk Berusaha). Sobat UMKM dapat mengurusnya secara mandiri melalui oss.go.id. Setelah masuk di web tersebut, Sobat UMKM bisa membuat username dan password untuk pembuatan NIB. Setelah bisa masuk ke sistem oss.go.id, ikuti semua petunjuk pembuatan NIB. Saat Sobat UMKM sudah melengkapi semua data yang diminta, maka NIB akan dikeluarkan dan bisa dicetak saat itu juga. Sobat UMKM perlu untuk mengingat username dan password NIB bisnis, sebab sangat diperlukan sepanjang bisnis Sobat UMKM masih berlangsung. NIB juga memberikan banyak kemudahan dalam hubungannya dengan beragam sertifikasi bisnis. Jika mengalami kendala dalam pengurusan NIB, maka Sobat UMKM bisa meminta bantuan kepada Dinas Koperasi dan UMKM setempat. 

Kalau sudah punya, ya tinggal melampirkan NIB dalam pendaftaran sertifikasi halal.

Apakah ada persyaratan administrasi lainnya?

Mengenai persyaratan lain seperti: surat izin edar (PIRT/MD/UMOT/UKOT), Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk produk makanan/minuman dengan daya simpan kurang dari 7 (tujuh) hari, atau izin industri lainnya atas produk yang dihasilkan dari dinas/instansi terkait, Sobat UMKM bisa melengkapinya atau tidak. Artinya mengenai hal ini adalah opsional.

6. Daftarkan sertifikasi halal UMKM, melalui ptsp.halal.go.id

Karena sekarang adalah jaman segalanya online, maka pendaftaran sertifikasi halal UMKM gratis juga dilakukan secara online melalui ptsp.halal.go.id. Di sini Sobat UMKM juga perlu membuat akun. Ikuti semua petunjuk pembuatan akun, dan kemudian Sobat UMKM bisa mulai membuat sertifikasi halal, dengan mengikuti petunjuk dan melengkapi persyaratan administrasi yang diminta.

Bagaimana jika ada kesulitan pengurusan sertifikasi halal UMKM?

Masih bingung?

Sobat UMKM bisa meminta bantuan dari PPH yang telah berulang kali disebut di awal. Bagaimana Sobat UMKM bisa bertemu PPH?

Umumnya mereka disebar dalam acara-acara yang melibatkan UMKM, atau tempat keramaian lainnya. Kini BPJPH Kemenag menyediakan 1000 titik lokasi di Indonesia, untuk pendaftaran sertifikasi halal UMKM. Di setiap titik tersebut tentunya di sana ada PPH. Pendampingan ini akan sangat membantu Sobat UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal gratis. Yuk segera temui mereka!

7. Lanjutkan dengan aplikasi SIHALAL untuk sertifikasi halal UMKM

Apakah sertifikasi halal sudah jadi?

Ternyata belum. Sobat UMKM kemudian perlu untuk mengajukan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha lewat aplikasi SIHALAL. Dari aplikasi inilah kemudian langkah demi langkah terbitnya sertifikasi halal akan terwujud.

Jadi Sobat UMKM, terutama yang belum memiliki sertifikasi halal UMKM, jangan menunda untuk mengurusnya. Karena tentu banyak waktu, tenaga dan biaya yang perlu dikeluarkan. Jadi mumpung ada kuota 1 juta sertifikasi halal gratis, ayok dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain akan menjamin produk Sobat UMKM, juga akan menjamin kenyamanan konsumen menggunakan produk. 

Oleh karenanya jauhkan mendang mending. Yuk diurus sekarang, sertifikasi halalnya!

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *