• Wed. Apr 24th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Investasi saham sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Meski belum sebagian besar masyarakat Indonesia berinvestasi pada saham. Menurut KSEI per 29 Desember 2020, jumlah investor saham di Indonesia, mencapai 3.871 juta. Jumlah tersebut sama dengan 1,4% dari seluruh penduduk Indonesia. Maka bisa diperkirakan, bahwa investor pada saham syariah, tentu jumlahnya lebih sedikit.

Walaupun masih sedikit, minat pada saham syariah menunjukkan peningkatan. Tentu hal tersebut dikarenakan beberapa faktor. Salah satu yang menonjol adalah anti terhadap sektor yang haram.

Tetapi ciri khas saham syariah, bukan hanya itu saja. Berikut adalah ciri khas saham syariah, yang membuatnya lebih menarik dibandingkan saham konvensional.

1.Kegiatan Usaha Emiten

Sudah pasti kegiatan usaha emiten atau perusahaan go public, yang termasuk dalam saham syariah, tidak boleh bertentangan dengan syariah islam.

Termasuk kegiatan usaha yang bertentangan dengan syariah islam, diantaranya: perjudian, perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang atau jasa, pemalsuan, bank berbasis bunga, perusahaan pembiayaan berbasis bunga, kegiatan jual beli yang di dalamnya ada unsur ketidakpastian (gharar), judi (maisir), memproduksi atau berdagang barang atau jasa haram, dan transaksi suap.

Dari kriteria kegiatan usaha tersebut, tentu saja sangat menarik bagi investor yang mengedepankan moral. Bukan hanya untuk investor muslim, namun non muslim pula.

2.Rasio Keuangan

Tidak hanya diatur dalam bidang usaha, namun rasio keuangan juga menjadi ciri khas saham syariah. Rasio keuangan yang menjadi ciri khas, adalah total utang berbasis bunga dan pendapatan bunga serta pendapatan non halal.

Untuk rasio total utang berbasis bunga terhadap total aset adalah 45%.  Sedangkan rasio total pendapatan bunga dan pendapatan non halal terhadap total pendapatan, adalah 10%.

Dipergunakannya rasio tersebut, adalah upaya meminimalisir adanya hal yang bertentangan dengan syariah. Sedangkan saat sekarang, warisan ekonomi konvensional masih demikian mengakar kuat, seperti: bunga, pendapatan bunga, dan pendapatan non halal. Sehingga saham syariah perlu melakukan penyesuaian.

3.Peraturan

Untuk peraturan berkenaan saham syariah mengikuti fatwa majelis ulama Indonesia (MUI). Terdapat tiga fatwa yang diikuti, yaitu: pertama, Fatwa DSN-MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah;  kedua, Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal; dan ketiga, Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011.

4.Keuntungan Investasi Saham Syariah

Berinvestasi di saham syariah sangat sesuai untuk investor yang mengedepankan moral. Karena di dalamnya sebagaimana telah dijelaskan, berupaya menghindari semua transaksi yang merugikan kemanusiaan. Sesuai dengan tujuan ekonomi islam, berupayan mewujudkan kesejahteraan seluruh umat manusia.

5.Ragam Saham Syariah

Lalu, saham apa saja yang termasuk dalam saham syariah?

Ada banyak sekali, yang tersebar di IDX (Indonesia Stock Exchange/Bursa Efek Indonesia) dan JII70 (Jakarta Islamic Index 70).

Untuk yang ada di IDX, diantaranya: PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Unilever Indonesia (UNVR), dan lainnya.

Sedangkan yang listing di Jakarta Islamic Index 70 (JII70), diantaranya: PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indofarma Tbk (INAF). Selain itu, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), PT Matahri Department Store Tbk (LPPF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), serta lainnya.

Nah, banyak bukan pilihannya? Penasaran, ingin tahu lebih banyak tentang investasi saham syariah? Silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar.

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *