• Sun. Sep 25th, 2022

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Bagaimana Peran Akuntansi, Dalam Mendukung Terwujudnya Halal Value Chain?

Halal value chain atau rantai ekonomi halal, adalah program yang diluncurkan Bank Indonesia, dengan tujuan mewujudkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah.

Demi mewujudkan hal tersebut, maka pemerintah memberikan dukungan. Diantaranya dengan memfasilitasi serifikasi halal, bahkan bisa gratis. Kemudian mengintegrasikan antar jenis usaha, yang terdiri atas 5 jenis usaha kompetitif. Dan produksi dan marketing yang end to end.

Dalam upaya tersebut, tentu saja akuntansi berperan penting dalam mewujudkannya. Karena fungsi utamanya sebagai pencatatan dan pelaporan keuangan. Halal value chain dengan beragam langkah strategis yang akan dilakukan, tidak bisa terlaksana tanpa proses akuntansi.

Berikut adalah tiga peran akuntansi, dalam upaya mewujudkan halal value chain.

1. Pencatatan dan Pelaporan

Fungsi pertama ini adalah fungsi utama akuntansi. Pencatatan, artinya semua transaksi keuangan akan dicatat dalam akuntansi. Baik transaksi tersebut tunai maupun non tunai. Setiap pebisnis yang nantinya akan terlibat dalam halal value chain, tentu harus memiliki pencatatan keuangan yang baik.

Tidak hanya dicatat, hasil pencatatan harus dapat dilaporkan. Itulah yang kemudian disebut sebagai laporan keuangan, yang terdiri dari: laporan neraca, laba rugi, arus kas, dan perubahan modal.

Kini untuk kedua fungsi tersebut, sangat terbantu dengan hadirnya beragam software akuntansi. Sehingga kegiatan mencatat, hingga pelaporan keuangan, tidak perlu dikerjakan oleh yang ahli saja. Setiap pebisnis bisa melakukannya.

2. Evaluasi Bisnis

Dari laporan keuangan yang dihasilkan, pebisnis bisa mengevaluasi bisnis yang dilakukannya. Bagian mana yang harus diperbaiki, atau bahkan dihilangkan, akan terlihat dari laporan keuangan.

Evaluasi bisnis ini sangat membantu dalam mewujudkan halal value chain. Maksudnya adalah pengusaha terutama yang termasuk dalam 5 sektor utama halal value chain, bisa melakukan evaluasi untuk bisnisnya. Tentu saja untuk tujuan mengembangkan usahanya dan turut mewujudkan halal value chain.

3. Pengembangan Bisnis

Dari hasil evaluasi, maka bisa dilakukan pengembangan bisnis. Salah satu kebijakan halal value chain adalah dengan produksi dan marketing yang end to end. Kelancaran proses pelaksanaan kebijakan tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan akuntansi yang baik.

Jadi besar peranan akuntansi dalam mewujudkan halal value chain, terutama untuk kalangan pengusaha. Sedangkan untuk pemerintahan, sudah cukup banyak ahli akuntansi yang bakal mendukung terwujudnya program tersebut.

Bagaimana dengan para pengusaha?

Seperti yang telah disebutkan, kini sudah banyak software akuntansi yang bisa digunakan untuk mencatat dan melaporkan keuangan. Tugas berikutnya, tentu saja tetap belajar dan belajar. Karena pebisnis dan pengusaha adalah orang yang selalu belajar dan adaptif terhadap perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.