• Tue. May 21st, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Pajak Jadi Beban? Baca Nih, Insentif Pajak UMKM

Insentif pajak UMKM, sudah pernah dengar Sobat UMKM?

Ya, betul, ini adalah salah satu fasilitas dari Dirjen Pajak yang diberikan khusus untuk UMKM. Agar sobat semua nggak merasa pajak adalah sebuah beban. Namun justru memudahkan dalam bisnis. Karena dengan pajak, kamu bakal mendapatkan kemudahan dalam pengajuan tambahan modal, perolehan bantuan modal, atau mendapatkan investor. Bahkan untuk urusan pengembangan bisnis, termasuk rencana memasuki pasar ekspor dan impor. Karena semua akan menanyakan tentang NPWP alias Nomor Pokok Wajib Pajak. 

Sudah kebayang kan, betapa penting kedudukan pajak, jika sobat mau mengembangkan bisnis. Nah, mulai sekarang jangan lagi berpikir bahwa pajak adalah beban dalam bisnis, karena ada banyak insentif pajak UMKM yang diberikan oleh Dirjen Pajak. Sesuai namanya insentif, tentu saja berupa kemudahan-kemudahan sehubungan dengan pajak, mulai dari penetapan tarif yang rendah, sampai kemudahan untuk pembukuan. Penasaran? 

Yuk simak satu persatu!

Mengenal UMKM

Sebelum mengetahui lebih banyak tentang insentif pajak UMKM, maka Sobat UMKM perlu untuk mengenal UMKM, agar memahami bisnisnya termasuk golongan mikro, kecil, atau menengah. 

Ok, yang pertama UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah, yang ternyata diklasifikasikan atau digolongkan menjadi tiga. Klasifikasi UMKM, diatur dalam UU no. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Penggolongan tersebut berdasarkan jumlah kekayaan bersih dan omzet per tahun, yaitu sebagai berikut:

  • Pertama adalah usaha mikro, mendapat sebutan demikian, jika kekayaan bersih yang dimiliki sampai Rp 50.000.000, dan omzet per tahun sebanyak-banyaknya Rp 300.000.000.  
  • Kedua usaha kecil disebut demikian, jika kekayaan bersih yang dimiliki mulai Rp 50.000.000 sampai Rp 500.000.000, dan omzet per tahun mulai dari Rp 300.000.000 sampai Rp 2.500.000.000 atau Rp 2,5 M.
  • Ketiga usaha menengah yakni usaha dengan kekayaan bersih mulai Rp 500.000.000 sampai Rp 10.000.000.000 atau 10 M, dan omzet per tahun mulai dari Rp 2.500.000.000 atau 2,5 M sampai Rp 50.000.000.000 atau Rp 50M.

Dengan mengetahui penggolongan tersebut, maka Sobat UMKM bisa mengetahui jenis insentif pajak UMKM yang bakal diterima. Karena ada beragam insentif menarik yang diberikan Dirjen Pajak bagi UMKM, dengan harapan UMKM bisa terus naik kelas menjadi usaha besar. Baiklah berikutnya mari kita simak beberapa insentif dan kemudahan perpajakan yang diberikan kepada Sobat UMKM.

Insentif Pajak UMKM, Bebas Pajak

Sobat UMKM apalagi yang baru saja menjalankan bisnis, pasti banyak yang bertanya-tanya, jika mendaftar menjadi wajib pajak (WP), apakah langsung wajib membayar pajak?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, Sobat UMKM bisa langsung melihat PP 55/2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan (PPh). Dalam PP tersebut, menyebutkan adanya pembebasan pajak bagi omzet orang pribadi sampai Rp 500.000.000. Nah, kalau dilihat dari penggolongan UMKM sebelumnya, maka usaha yang termasuk kelompok mikro dan kecil, tidak ada kewajiban membayar pajak asal omzetnya belum mencapai nilai yang ditentukan.  

Insentif pajak UMKM, tidak sampai di situ saja. Kalau memang bisnismu ternyata masuk golongan kecil dengan omzet mencapai Rp 500.000.000, maka yang dikenakan pajak hanya omzet yang nilainya di atas Rp 500.000.000 saja. Kalau di bawahnya tidak perlu kena pajak. Jadi kalau sobat masih baru saja merintis usaha dan omzetnya belum mencapai nilai batas yang ditetapkan Dirjen Pajak maka tidak ada kewajiban membayar pajak alias bebas pajak.

Insentif Pajak UMKM, Tarif rendah

Insentif pajak UMKM berikutnya adalah berlaku bagi Sobat UMKM yang memiliki omzet Rp 500.000.000, alias sudah pasti wajib membayar pajak. Tetapi tenang, tarif pajaknya pun rendah, dari yang semula 1% menjadi 0,5%. Hal tersebut diatur dalam PP 23/2018, tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. PP tersebut menyebutkan mengenai penurunan pengenaan pajak seperti disebutkan sebelumnya, untuk omzet usaha per tahun di bawah Rp 4.800.000.000 atau Rp 4,8 M. Kalau dilihat dalam penggolongan UMKM sebelumnya, maka yang omzet dengan nilai tersebut adalah golongan kecil dan menengah.  

Apakah insentif pajak UMKM hanya itu saja?

Pelaporan Sederhana

Jawabannya masih ada kemudahan yang lain juga. Ya memang tidak disebut insentif, sebab yang satu ini berupa keringanan atau kemudahan. Keringanan tersebut adalah berhubungan dengan pembukuan bisnis, yakni UMKM hanya perlu membuat pencatatan keuangan yang sederhana saja. Meski pencatatan keuangan yang sederhana, namun dengannya Sobat UMKM dapat mengetahui kewajiban pajaknya dengan pasti. Penting adanya pencatatan keuangan ini, adalah untuk kontrol pribadi pengusaha, dan adanya cross check antara wajib pajak (WP) dan petugas pajak.

Jaman sekarang, membuat laporan keuangan adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Karena banyak tersedia software akuntansi, yang juga berbasis cloud sehingga hemat penyimpanan, mudah diinstal dan menggunakannya. Sehingga sobat UMKM, tidak hanya dapat menyediakan laporan keuangan sederhana, tetapi laporan keuangan lengkap seperti yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar. Kalau sudah demikian, makin mudah pula berurusan dengan perpajakan.

Daftar Jadi WP Juga Mudah

Masih merasa terbebani dan kesulitan dengan pajak, apalagi harus daftar dahulu untuk menjadi WP. Eits, di jaman digital seperti sekarang makin banyak kemudahan yang bisa Sobat UMKM nikmati. Termasuk untuk terdaftar menjadi WP dan mendapat NPWP alias Nomor Pokok Wajib Pajak. Kini sudah ada layanan yang disebut validasi NIK ke NPWP. Jadi maksudnya adalah, Sobat UMKM bisa membuat NPWP atau mendaftar menjadi WP tanpa harus datang ke kantor pajak. Cukup dengan online, bisa dilakukan dengan mudah. Berikut langkah yang bisa Sobat UMKM lakukan untuk memvalidasi atau mengintegrasikan NIK ke NPWP:

  1. Masuk ke laman www.pajak.go.id
  2. Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id
  3. Masukkan 16 digit NIK
  4. Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki
  5. Masukkan kode keamanan yang sesuai
  6. Apabila berhasil masuk, informasi NIK/NPWP16 telah tersedia di NPWP terbaru

Jika masih belum berhasil, maka tempuh langkah berikut!

  1. Masuk ke laman www.pajak.go.id
  2. Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id
  3. Masukkan 15 digit NPWP
  4. Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki
  5. Masukkan kode keamanan yang sesuai
  6. Klik ikon baris tiga
  7. Masuk menu profil dan pilih Data Profil
  8. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP
  9. Cek validitas data dengan klik tombol Validasi
  10. Klik ubah profil
  11. Apabila berhasil, silakan keluar dan ulangi proses login menggunakan NIK

Dengan mengikuti langkah tersebut, maka kamu akan secara otomatis terdaftar sebagai wajib pajak (WP), dan memiliki NPWP. Sekali lagi tidak perlu datang ke kantor pajak, dan cukup mengandalkan gadget yang ada di tanganmu.  

Nah, banyak kan kemudahan untuk urusan perpajakan buat Sobat UMKM. Kalau sudah terdaftar menjadi WP dan ber-NPWP, makin banyak kemudahan yang bakal kamu dapat dalam berbisnis. Jadi urusan pajak bukan lagi beban dan rumit kan? Sebab banyak kemudahan dan tentunya ada insentif pajak UMKM.

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *