• Wed. Apr 24th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Akad adalah bagian penting dalam sistem ekonomi islam. Tanpa akad maka tidak terjadi transaksi ekonomi. Hal tersebut berlaku pula untuk setiap model ekonomi.

Bagaimana bisa demikian?

Pengertian Akad

Pengertian akad dalam islam, menurut Sayid Sabiq adalah ikatan dan kesepakatan.

Sedangkan menurut istilah fukaha adalah perikatan antara ijab dan qabul dengan cara yang dibenarkan syara’, yang menetapkan keridhaan kedua belah pihak.

Sehingga akad dapat dimaknai sebagai perjanjian yang melibatkan beberapa pihak, dengan mengacu pada syarat dan rukun tertentu.

Oleh sebab itu, akad tidak hanya milik ekonomi islam semata. Setiap perbuatan yang mengikatkan beberapa pihak, termasuk dalam kategori akad.

Namun ada beberapa hal yang membedakan akad dalam syariah islam dan lainnya, seperti adanya: unsur, syarat dan rukun. Berikut adalah penjelasannya masing-masing.

Unsur akad

Ada beberapa unsur yang menyebabkan terjadinya akad dalam islam, yaitu:

1.Perikatan ijab dan qabul.

Unsur ini secara sederhana diartikan sebagai serah terima, yang melibatkan dua atau lebih pihak. Pertama adalah ijab, yang dilakukan oleh mujib, berupa pernyataan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Kedua adalah qabul yang dilakukan oleh qabil, berupa pernyataan menerima atau menyetujui kehendak mujib.

2.Sesuai dengan syara’.

Akad dalam islam harus senantiasa berpedoman pada Al Qur’an dan Hadist, serta peraturan syara’ yang mengacu pada keduanya. Akad yang bertentangan adalah haram, sehingga tidak boleh dilakukan.

3.Memiliki dampak hukum terhadap obyeknya.

Akad merupakan tindakan hukum, sehingga akan menimbulkan akibat. Sehingga ada hak dan kewajiban yang timbul darinya, yang mengikat para pihak pelaksana akad.

Setelah memenuhi beberapa unsur tersebut, maka selanjutnya ada syarat yang perlu dipenuhi dalam akad. Tanpa pemenuhan syarat tersebut, maka akad bisa cacat atau bahkan tidak boleh dilakukan.

Syarat akad

Syarat-syarat akad menurut Hasbi Ash-Shiddieqy, adalah sebagai berikut:

  1. Ahliyatu ‘aqdiyaini, maknanya kedua belah pihak harus cakap dan dianggap mampu untuk berbuat.
  2. Qabiliyyatul mahallil ‘aqdili hukmihi, maknanya sesuatu obyek dalam akad dapat menerima hukumnya.
  3. Al-wilayatul syar’iyah fi maudu’I, maknanya akad dilaksanakan oleh orang yang memiliki hal, meskipun ia bukan si ‘aqid (pelaku perdagangan) itu sendiri.
  4. Anlayakunal ‘aqdu au mauu’uhu mamnu’an bi al-nash al-syar’iyin, maknanya adalah akad yang dilakukan bukan merupakan akad yang dilarang dalam syara’.
  5. Akad yang dilakukan membawa manfaat terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam akad.
  6. Ijab dilakukan secara terus menerus dan tidak terputus sebelum terjadi qabul.
  7. Akad haruslah terjadi dalam suatu majelis. Syarat ini mengacu pada mazhab Syafi’iyah. Jika para pihak yang ber-akad tidak satu majelis, maka akad menjadi batal.

Apabila syarat akad sudah dipenuhi, maka langkah berikutnya adalah melaksanakan rukun akad.

Rukun Akad

Rukun akad adalah tahapan yang dilakukan dalam sebuah per-akad-an. Menurut Mazhab Hanafi rukun akad terdiri dari lima, sebagai berikut.

  1. ‘Aqidun adalah pelaku perikatan. Pelaku di sini bisa terjadi antar orang atau dengan beberapa pihak.
  1. Mahallul ‘aqdi, adalah benda yang dijadikan objek dalam akad jual beli.
  2. Maudhu’ul ‘aqdi, adalah tujuan utama dari pelaksanaan akad. Contohnya adalah akad perdagangan bertujuan untuk pemindahan hak milik atas suatu barang, dengan adanya pembayaran.
  1. Ijab atau sighat ‘aqdi, adalah perkataan atau pernyataan yang diungkapkan berupa perwujudan kehendak atas akad, yang dilaksanakan saat akad.
  2. Qabul, adalah sighat ‘aqdi atau perkataan berupa pengungkapan persetujuan atas kehendak akad diungkapkan, yang merupakan jawaban atas ijab.

Dengan adanya ketiga hal tersebut, maka akad baru bisa dilakukan. Hilangnya salah satu atau sebagian dari ketiganya, maka akad bisa batal.

 

*Diolah dari berbagai sumber

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *