• Wed. Apr 24th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Startup sebuah bisnis yang makin digandrungi kawula muda. Bisnis yang menjanjikan sebuah harapan baru, bahwa modal besar bukan segalanya. Namun benarkah demikian?

Sebenarnya bukan hanya startup yang berupaya meminimalisir modal untuk memulai usaha. Hampir semuanya melakukan hal yang sama. Sesuai prinsip ekonomi, pengorbanan yang minimal untuk hasil maksimal.

Mengapa Lean Startup

Berkaitan dengan efisiensi memulai usaha tersebut, kini dikenal istilah lean startup. Istilah baru ini diperkenalkan oleh Eric Ries pada 2011. Ia juga merupakan pengusaha, dengan jatuh bangun bisnis. Dari kegagalan-kegagalan yang dilaluinya, ia kemudian mengkreasi metode lean startup.

Lean startup Eric Ries, berupaya untuk melakukan efisiensi dalam pengembangan bisnis dan produk. Sehingga harapanya dapat: mengurangi resiko pasar dan menghindari kebutuhan dana proyek dan produk mahal dalam jumlah besar. Sebab umumnya pengembangan produk akan berhadapan dengan dua masalah tersebut, yang selalu menghabiskan biaya yang besar.

Metode pengembangan bisnis dan produk ala lean startup sejalan dengan era industri 4.0. Era yang berlangsung saat ini tersebut, memiliki ciri khas bahwa kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah fokus utama. Sehingga segala macam barang dan jasa yang dihasilkan dalam bisnis, harus memiliki kemampuan memahami pelanggannya. Tanpa pemahaman tersebut, maka bisnis atau produk akan gagal di pasar.

Tahapan Lean Startup

Oleh sebab itu, lean startup juga fokus terhadap pelanggan. Hal tersebut tampak dalam tahapannya, yaitu:

  1. Build

Ini adalah tahapan awal dalam lean startup. Pemilik bisnis membuat terlebih dahulu sebuah produk yang sederhana. Dalam ini dikenal dengan sebutan Minimum Viable Product (MVP). Sesuai sebutannya produk ini sederhana, namun sudah mewakili spesifikasi sebuah produk.

Selanjutnya produk MVP tersebut berikan pada pasar kecil dengan karakteristik tertentu. Dengan melemparnya ke pasar tersebut, maka respon pasar akan segera terlihat. Dari sana feedback (umpan balik) akan diperoleh. Bandingkan dengan memberikan produk ke pasar random yang lebih besar, maka penilaian dan feedback akan membutuhkan waktu dan usaha yang lebih lama.

  1. Measure

Setelah produk MVP diluncurkan, maka hal selanjutnya yang penting adalah mendapatkan penilaian. Paling penting dari sebuah penilaian adalah feedback-nya. Jika feedback yang diberikan positif atau menunjukkan antusiasme, maka lanjutkan produk tersebut. Sebab artinya produk memang diterima dan dibutuhkan oleh pelanggan. Namun jika respon yang diberikan buruk, maka segera hentikan. Penghentian segera produk yang tidak diharapkan pelanggan, akan menghemat biaya.

  1. Learn

Learn maksudnya adalah analisis. Hal ini adalah tugas yang harus selalu dilakukan pebisnis. Sebab dunia dan selera manusia terus berubah. Analisis tersebut bermanfaat untuk perbaikan produk dan pengembangan. Memang bisnis adalah sesuatu yang dinamis, perlu untuk terus dianalisis.

Dalam proses pengembangan tersebut, maka karyawan yang paling dibutuhkan dalam lean startup adalah mereka yang mengadaptasi perkembangan dengan baik. Ciri khasnya adalah mereka yang mau belajar, mudah beradaptasi dan mampu bekerja cepat. Dengan menemukan karyawan tersebut, maka metode lean startup akan lebih mudah untuk diimplementasikan.

Ketiga tahapan lean startup tersebut lebih mungkin dilakukan pada era teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini. Karena respon dari pelanggan dapat dengan mudah diperoleh melalui media. Bahkan berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus juga lebih mudah dilakukan. Terkadang pula respon yang tidak diharapkan, bisa muncul sendiri. Sehingga hampir tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukan lean startup, bagi siapapun dengan model bisnis apapun.

Apa hanya untuk startup

Jadi sebenarnya setiap bisnis, mau startup atau bukan, sangat membutuhkan lean startup. Sebuah metode yang akan memberikan efisiensi terutama dalam hal keuangan. Apalagi saat ini bisnis berkembang pesat, dengan perubahan yang terjadi hampir di setiap detik.

Maka tidak berlebihan, jika kami menyebutkan bahwa lean startup tidak hanya untuk bisnis startup. Anda masih penasaran dengan lean startup, berikan pertanyaan di kolom komentar. Atau langsung berkonsultasi dengan UBICO accounting and consultant. Temukan gaya terbaik lean startup untuk bisnis anda!

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *