• Tue. Jun 18th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Jatuh Tempo Di Hari Libur, Bagaimana Penyampaian SPT Tahunan PPh Badan?

SPT Tahunan PPh badan, selalu banyak diperbincangkan setelah tahun baru tiba. Karena semua wajib pajak, baik orang pribadi atau badan, harus segera membuat dan menyetorkannya. Nah, untuk pembukuan dengan menggunakan periode tahun masehi, maka jatuh tempo atau batas akhir penyampaiannya adalah pada 30 april. Kalau kebetulan pada 30 april bertepatan dengan tanggal merah atau libur, lalu bagaimana untuk penyampaian atau penyetorannya?

SPT Tahunan PPh Badan

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu mengenai SPT tahunan PPh Badan. Merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per – 06/Pj/2020, SPT tahunan PPh badan atau surat pemberitahuan pajak penghasilan badan adalah SPT PPh untuk suatu tahun pajak atau bagian tahun pajak. Tentu saja SPT tahunan PPh berbeda dengan SPT masa PPh, karena untuk yang masa dilaporkan secara bulanan. SPT ini menjadi sarana wajib pajak untuk melaporkan serta mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak terutang yang sebenarnya dan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak setahun terakhir.

Peraturan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan

Peraturan mengenai penyampaian SPT selalu diupdate, terutama jika ada kejadian luar biasa seperti pandemi Covid-19. Dengan kata lain, peraturannya selalu mengalami pembaruan, namun secara inti masih tetap sama. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah peraturan mengenai jatuh tempo penyampaian SPT tahunan PPh badan, yang diatur dalam ketentuan umum perpajakan (KUP) pada pasal 3 ayat 3. Pasal tersebut menyebutkan, batas waktu penyerahan SPT tahunan PPh badan paling lambat adalah 4 bulan setelah akhir tahun pajak. Jadi kalau badan menggunakan periode pembukuannya adalah januari sampai desember, maka batas waktu penyampaiannya adalah 30 april tahun berikutnya. Untuk tahun pembukuan 2022, maka jatuh temponya pada 30 april 2023, demikian seterusnya.

Sanksi jika telat menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan

Alasan perlu untuk memperhatikan tanggal jatuh tempo penyampaian SPT tahunan PPh badan, karena kalau sampai telat menyampaikan akan dikenakan sanksi administrasi. Hal tersebut juga disampaikan dalam KUP. Sanksi administrasi yang dikenakan untuk wajib pajak badan adalah senilai Rp 1.000.000. Nah, jadi jangan sampai terlambat menyampaikan SPT agar tidak kena denda. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui batas waktu atau jatuh tempo penyampaian SPT tahunan PPh badan.

Jatuh tempo SPT Tahunan PPh Badan

Sesuai beberapa penjelasan sebelumnya, untuk jatuh tempo penyampaian SPT ini adalah 4 bulan setelah berakhirnya periode pembukuan. Jadi kalau periode pembukuannya adalah januari sampai desember, maka jatuh temponya adalah 30 april tahun berikutnya. Untuk tahun 2022 dengan periode pembukuan januari sampai desember, maka jatuh temponya adalah 30 april 2023. Ternyata pada tanggal tersebut adalah tanggal merah alias libur. Bagaimana untuk penyampaiannya? Apakah bisa ditunda untuk hari kerja berikutnya?

Jatuh tempo SPT Tahunan PPh Badan, pada hari libur?

Tentu saja pertanyaan tersebut umum disampaikan oleh wajib pajak badan. Jika batas waktunya adalah hari libur, apakah mundur di hari berikutnya, atau bagaimana. Untuk SPT masa memang ada ketentuan yang mengatur jika jatuh tempo penyampaian SPT adalah hari libur, maka bisa disampaikan pada hari kerja berikutnya (setelah libur), yakni pasal 12 ayat 1 dan ayat 2 PMK 18 tahun 2021. Sayangnya untuk SPT tahunan PPh, tidak ada ketentuan yang mengatur demikian. Oleh sebab itu, batas waktunya tetap mengacu pada KUP, yakni 4 bulan setelah periode pembukuan berakhir. Jadi batas waktunya tetap 30 april, entah itu hari kerja atau libur. Lalu cara penyampaiannya jika bertepatan tanggal merah, seperti apa?

Penyampaian SPT Tahunan PPh Badan pada hari libur

Hari libur tentu saja kantor pajak akan tutup, dan pegawainya juga tidak bekerja. Oleh sebab itu penyampaian SPT tahunan PPh badan bisa secara online. Beberapa saluran yang bisa dipergunakan untuk menyampaikannya, yaitu melalui beberapa kanal yang disediakan oleh dirjen pajak (DJP). Pertama adalah e-filling https://djponline.pajak.go.id , kedua eform (formulir SPT elektronik), dan yang ketiga adalah e-spt di laman www.pajak.go.id. Selain ketiganya ada aplikasi penyedia jasa aplikasi perpajakan atau pihak yang ditunjuk DJP untuk menyediakan aplikasi perpajakan. Karena itu tidak ada alasan untuk melanggar jatuh tempo penyampaian SPT. Sebab penyampaian SPT tahunan PPh badan secara daring tidak mengenal hari libur.

Persyaratan untuk pelaporan SPT tahunan PPh Badan

Tentu saja sebelum menyampaikan SPT tahunan PPh badan, harus melengkapi berkas, dokumen dan beberapa hal lain, seperti dikutip dari hipajak.id, berikut:

  • Berkas yang perlu untuk dilengkapi adalah:
    1. Badan usaha yang berorientasi profit: 1) fotokopi dokumen pendirian atau akta pendirian dan perubahan untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri, atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap, 2) fotokopi NPWP salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah minimal Lurah atau Kepala Desa jika penanggung jawabnya adalah Warga Negara Asing, 3) fotokopi dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah setidaknya Lurah atau Kepala Desa atau lembar tagihan bukti pembayaran listrik.
    2. Badan usaha yang tidak berorientasi profit, kepemilikan NPWP bisa diajukan dengan melampirkan fotokopi e-KTP salah satu pengurus badan atau organisasi dan surat keterangan tempat tinggal atau domisili dari RT dan RW.
    3. Badan usaha yang hanya berkewajiban sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak (umumnya Joint Operation), maka perlu mempersiapkan: 1) fotokopi Perjanjian Kerjasama/Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi, 2) fotokopi NPWP masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi yang diwajibkan untuk punya NPWP, 3) fotokopi surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah minimal setingkat Lurah atau Kepala Desa jika penanggung jawabnya adalah WNA, dan 4) fotokopi dokumen izin usaha atau kegiatan yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah setidaknya tingkat Lurah atau Kepala Desa.
  • Dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk pengisian SPT tahunan PPh badan, diantaranya:
    1. SPT Tahunan PPh Badan 1771.
    2. SPT Masa PPN, yang di dalamnya termasuk seluruh Faktur Pajak masukan dan keluaran pada satu tahun pajak tersebut
    3. SPT Masa Pasal 21, mulai dari awal sampai akhir tahun pajak
    4. Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, dalam satu tahun pajak
    5. Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dan Surat Setoran Pajak (SSP) Pasal 22 impor, dalam satu tahun pajak
    6. Bukti Pemotongan PPh Pasal 4 Ayat 2, dalam satu tahun masa pajak. Berkas ini diperlukan jika Anda merupakan wajib pajak dengan kewajiban berdasarkan PP Nomor 46 Tahun 2013
    7. Bukti Pembayaran PPh Pasal 25, dalam satu tahun pajak
    8. Bukti Pembayaran atas Surat Tagihan Pajak (STP) PPh Pasal 25, dalam satu tahun pajak
    9. Laporan Keuangan, termasuk juga laporan keuangan hasil audit akuntan publik dan data pendukungnya (buku besar pendukung laporan keuangan, buku besar pembantu pendukung laporan keuangan, rekening koran atau tabungan perusahaan, bukti penerimaan dan pengeluaran, arsip akta pendirian atau perubahannya dan lampiran SPT Tahunan PPh Badan)
  • EFIN atau Electronic Filing Identification Number, adalah nomor identitas penting untuk pelaporan pajak secara online. EFIN ini adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh DJP untuk wajib pajak, agar bisa melakukan transaksi perpajakan secara online. Tentu saja EFIN yang bisa dipergunakan adalah yang sudah teraktivasi di djponline.pajak.go.id.

Jika semua telah terpenuhi, kamu tinggal akses halaman untuk pelaporan SPT tahunan PPh badan yang telah disebutkan. Kamu ikuti langkah-langkahnya, dan kamu tidak perlu mengalami keterlambatan. Ternyata hari libur bukan lagi halangan untuk menyampaikan SPT tepat waktu, sebab semua kini bisa online.

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *