• Wed. Apr 24th, 2024

UBICO News

Portal Berita Akuntansi, Pajak, Keuangan dan Bisnis Terpercaya

Image by jcomp on Freepik

Halal value chain (HVC), atau mata rantai ekonomi halal, kini sedang gencar-gencarnya di sponsorkan oleh pemerintah. Bisa demikian karena model ini adalah hal yang baru dalam bidang ekonomi. Namun sudah cukup dikenal dalam ekonomi syariah. Agar kamu memahaminya, maka simak 7 hal penting berkaitan dengan HVC berikut!

1. Halal Value Chain

Halal value chain, berhubungan erat dengan supply chain atau rantai pasok. Supply chain sendiri adalah sebuah hubungan panjang yang saling berkait, dalam pengadaan barang atau jasa, mulai dari penyediaan bahan baku sampai produk siap untuk dikonsumsi oleh konsumen. Sehingga prosesnya sendiri terdiri dari banyak kegiatan, mulai dari produksi, pemasaran, hingga distribusi. Bagaimana dengan rantai ekonomi halal? 

Sebenarnya tidak jauh beda, namun rantai ekonomi halal, semua proses yang ada dalam supply chain, harus dijamin kehalalannya. Sehingga ada nilai plus dalam halal value chain, dibandingkan supply chain. Halal sendiri adalah sehubungan dengan bahan dan proses mendapatkannya, atau halal secara zat dan sifatnya. Halal secara zat adalah barang yang dihasilkan tidak mengandung bahan-bahan yang haram, seperti: babi, anjing, alkohol, dan sejenisnya. Sedangkan halal sifatnya, adalah barang atau jasa yang disediakan memang dihasilkan dari proses halal, misalnya tidak diperoleh dengan cara mencuri atau merampok.

2. Halal dari hulu sampai hilir

Sudah dijelaskan bahwa halal value chain melibatkan keseluruhan proses penyediaan barang atau jasa. Sehingga dapat dikatakan, bahwa proses hulu hingga hilir harus halal. Sebuah contoh untuk produksi fashion muslim, mulai dari awal penyediaan bahan baku, produksi, pemasaran, penjualan sampai distribusinya harus halal. Bahan baku yang dipergunakan bebas dari unsur haram, dan diperoleh dari cara yang halal pula. Proses produksi juga dilakukan dengan halal. Pemasaran dilaksanakan dengan memperhatikan hak penjual dan pembeli, dengan misalnya tidak melakukan penipuan demi memperoleh keuntungan yang besar. Penjualan juga dilakukan dengan memperhatikan kehalalan, contohnya dengan pengemasan yang baik. Demikian juga berlaku pada produk-produk lainnya, intinya adalah dari hulu hingga hilir harus halal.

3. Keuntungan rantai ekonomi halal

Dengan memastikan proses mulai hulu sampai hilir adalah halal, terdapat beberapa keuntungan penerapan halal value chain, seperti berikut. 

  • Memberikan diferensiasi bagi produk-produk di Indonesia. Diferensiasi adalah yang memberikan nilai lebih pada ekonomi sebuah negara. Contohnya Amerika dengan teknologinya, Korea Selatan dengan kosmetik dan dramanya, serta Singapura dengan jasa keuangannya. Indonesia dengan HVC akan memiliki diferensiasi, yang menjadi sumber kekuatan ekonomi, sehingga bisa menarik masyarakat dunia untuk menggunakan produk-produk Indonesia.  
  • Memperoleh dukungan besar dari rakyat Indonesia. Hal ini terjadi karena memang sebagian besar rakyat Indonesia adalah muslim. Sehingga mewujudkan halal value chain seharusnya bukan perkara yang susah, meski tidak bisa pula dibilang mudah. 
  • Ekonomi masa depan. Kini masyarakat konsumen dunia semakin mengerti mengenai ekonomi yang memiliki value, salah satunya adalah penyelenggaraan ekonomi yang beretika. Kriteria halal juga termasuk perekonomian yang beretika. Sehingga rantai ekonomi halal adalah salah satu perwujudan dari ekonomi masa depan, yang menjadi harapan konsumen dunia.. 
  • Indonesia sudah siap untuk hal tersebut. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, perkara halal sudah sejak lama menjadi perhatian. Oleh sebab itu Indonesia memang sudah siap untuk penerapan HVC. Salah satu buktinya adalah Indonesia memiliki Kementerian Agama dan MUI yang berwenang memberikan sertifikasi halal. Apakah itu saja itu saja cukup? Tentu saja belum, karena banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapan halal value chain.

4. Tantangan penerapan halal value chain

Meski tampak sangat menjanjikan, tidak dapat dipungkiri ada banyak tantangan dalam penerapan rantai ekonomi halal. Tantangan paling banyak adalah berasal dari usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM, yang notabene menjadi basis penerapan HVC. Beberapa tantangannya adalah sebagai berikut. 

  • Administrasi. Sebagai dasar kekuatan dalam penerapan rantai ekonomi halal, ternyata UMKM masih banyak yang belum resmi terdaftar di kemenkop ukm. Padahal dengan terdaftar resmi akan banyak keuntungan yang diperoleh UMKM, salah satunya berhubungan dengan kemudahan mendapatkan sertifikasi halal. Selain itu pemerintah juga akan lebih mudah menerapkan strategi sehubungan dengan HVC.  
  • Ketidaktahuan mengenai rantai ekonomi halal. Hal ini adalah tantangan klasik yang selalu dihadapi pada penerapan sesuatu yang baru. Tidak terkecuali dalam upaya penerapan HVC. Sehingga pemerintah perlu memberikan edukasi yang baik dan benar kepada semua pelaku usaha. 
  • Mengintegrasikan antar rantai mata ekonomi halal. Tentu bukan hal yang mudah untuk saling menghubungkan antar rantai ekonomi halal. Semua harus dipastikan kehalalannya. Namun jika sudah ditemukan polanya akan menjadi lebih mudah untuk me-replikasinya. Bahkan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi pelopor dalam HVC di dunia.

5. Potensi penerapan halal value chain

Ada keuntungan dan tantangan, tentu saja HVC juga memiliki potensi sehingga layak untuk diterapkan. Potensinya adalah seperti di bawah ini. 

  • Jumlah masyarakat indonesia yang banyak, dan sebagian besar muslim. Ini adalah potensi yang cukup bagus dalam penerapan HVC. Artinya bahwa halal value chain sudah pasti menjadi kebutuhan dalam negeri. Penerapannya akan diserap dengan baik oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sehingga bisa menjadi kekuatan ekonomi, yang kemudian bisa menggerakkan masyarakat dunia ke Indonesia, karena tertarik dengan keunggulan HVC. 
  • Harapan masyarakat dunia tentang ekonomi yang baik. Masyarakat dunia terus berharap ekonomi yang mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Dalam hal ini HVC adalah harapan dalam perbaikan ekonomi dunia, karena proses dari hulu sampai hilir harus dipastikan kehalalannya.  
  • Keinginan konsumen yang selalu mengalami perubahan. Konsumen selalu mengalami perubahan, ia selalu berharap suatu inovasi yang lebih baik. HVC dalam hal ini adalah alternatif baru dalam hal konsumsi barang dan jasa. 

Jika digali lebih dalam, masih banyak potensi lain dari rantai ekonomi halal yang merupakan bagian dari ekonomi islam. Dengan potensi yang menjanjikan tersebut, maka pemerintah juga mempersiapkan banyak strategi untuk sukses melaksanakannya.

6. Strategi rantai ekonomi halal

Strategi yang dipersiapkan oleh pemerintah, sehubungan mata rantai ekonomi halal adalah sebagai berikut:

  • Mempercepat dan mengakselerasi sertifikasi halal. Hal ini sangat diperlukan karena yang membuat HVC berbeda terletak pada halalnya. Untuk melakukannya pemerintah sudah banyak memberikan edukasi, terutama pada UMKM melalui seminar baik daring maupun luring. Lainnya adalah pemerintah memberikan fasilitas pengurusan sertifikasi halal gratis. Harapannya adalah semua produk UMKM baik barang atau jasa, segera memiliki sertifikasi halal, sehingga mendukung penerapan halal value chain. 
  • Membangun ekosistem halal value chain melalui integrasi antar unit usaha. Maknanya adalah seluruh unit usaha, mulai dari hulu hingga hilir, yang berkaitan dengan produksi suatu barang atau jasa, harus terbangun ekosistem halalnya. Sehingga sebagai bagian dari ekonomi islam, HVC lebih mudah untuk dilaksanakan. Beberapa hal yang dilaksanakan pemerintah yaitu: mendaftar semua UMKM atau mengupayakan UMKM terdaftar resmi, memastikan kepemilikan sertifikasi halal, dan memberikan pelatihan serta fasilitas untuk penerapan rantai ekonomi halal.  
  • Fokus pada pengembangan 6 produk yang kompetitif di sektor utama. Untuk memulai HVC maka pemerintah fokus pada 6 produk kompetitif, yaitu: pertanian, makanan dan minuman, fashion, farmasi dan konsmetik, pariwisata, dan energi terbarukan. Produk-produk tersebut adalah kebutuhan mendasar setiap manusia.  
  • Produksi dan marketing yang end to end. Maksudnya adalah dalam HVC ini semua proses terintegrasi dan lebih efisien dengan tetap memperhatikan kehalalan.

Dengan strategi-strategi tersebut, tentu harapannya HVC lebih mudah untuk diterapkan di Indonesia.

7. Produk kompetitif dalam rantai ekonomi halal

Hal ketujuh yang perlu dipahami sehubungan dengan halal value chain adalah 6 produk kompetitif yang menjadi fokusnya. 6 produk tersebut, yaitu: 

  • Pertanian terintegrasi. Pertanian adalah penyokong dalam setiap produksi terutama barang. Dan Indonesia sendiri adalah negara agraris yang identik dengan pertaniannya. Oleh sebab itu produk ini menjadi unggulan dalam HVC, yakni untuk menyediakan barang atau bahan baku halal untuk memproduksi barang. 
  • Halal food. Makanan dan minuman tentu dibutuhkan oleh setiap manusia, namun dalam islam harus ada syarat yang dipenuhi yakni halal. Maka Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, harusnya memiliki keunggulan dalam menyediakan makanan dan minuman halal. 
  • Muslim fashion. Fashion tentu erat hubungannya dengan pakaian, dan segala aksesorisnya. Indonesia dengan ciri khas muslimnya, memang sudah menjadi kiblat dunia dalam fashion muslim. Oleh sebab itu, produk ini juga menjadi unggulan dalam HVC. 
  • Farmasi dan kosmetik halal. Farmasi dan kosmetik, adalah hal yang selalu dibutuhkan, karena berhubungan erat dengan perawatan kesehatan dan tubuh. Dengan menjadikannya bagian dari produk HVC, maka pemakai terutama muslim dalam negeri akan sangat diuntungkan. 
  • Pariwisata halal. Kini pariwisata sudah menjadi kebutuhan hampir setiap orang. Namun dengan nilai tambah kehalalan, tentu wisata akan menjadi lebih melegakan dan menyenangkan tentunya. Apalagi Indonesia memiliki potensi wisata yang demikian baik, terutama untuk wisata alamnya. 
  • Energi terbarukan. Kesadaran untuk melestarikan lingkungan kini semakin tinggi. Sehingga produk energi terbarukan juga makin diminati oleh konsumen. Ke depannya permintaan akan produk ini, akan terus mengalami peningkatan.

Sekarang, jadi makin paham bukan dengan HVC, melalui 7 poin di atas. Apakah kamu siap menjadi bagian di dalamnya?

By Wewin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *